Observasi Potensi Desa Batik “Tawung Sari” Menjadi Ikon Desa Tawangrejo Oleh KKN-IK IAIN KUDUS

(22/09/2021) Batik “Tawung Sari” menjadi ikon Desa Tawangrejo yang sudah tidak asing dikalangan masyarakat Desa Tawangrejo. Batik “Tawung Sari” didirikan oleh Dwi Yuli Astuti dan mempunyai beberapa keryawan yang bergabung dalam wadah UMKM yang ada di Desa Tawangrejo Kecamatan Winong Kabupaten Pati. Batik “Tawung Sari” ini mempunyai tenaga kerja berjumlah 4 orang. Ada beberapa motif yang menjadi ciri khas dari Batik “Tawung Sari” antara lain: Motif Babatan, Motif Liribang, Motif Mahena, Motif Menara Dodo Peksi, Motif Pucuan, Motif Randu Alas, Motif Rumpun Bambu, Motif Soga Kupu, dan Motif Tiga Rasa.

Dwi Yuli Astuti selaku pengusaha Batik “Tawung Sari” asal Desa Tawangrejo ini mendirikan usaha Batik “Tawung Sari” sejak tahun 2017 sampai sekarang. Selama mengembangkan usaha ini beliau menuturkan bahwa Batik “Tawung Sari” sudah dipasarkan melalui market place yaitu Tokopedia dan Blibli serta dipasarkan melalui media sosial berupa WhatsApp dan Facebook. Batik “Tawung Sari” juga sudah berizin resmi yang bisa dibuktikan dengan adanya NIB (Nomor Izin Berusaha) yaitu 9120206681545.

“Selain membuat batik kita juga membuat sepatu dan tas yang berbahan kain batik jika ada yang memesan” Imbuh Dwi Yuli Astuti Pengusaha Batik “Tawung Sari.”

“Untuk menghasilkan motif batik Liribang membutuhkan waktu 2 minggu karena termasuk dalam motif batik yang rumit” Imbuh Dwi Yuli Astuti Pengusaha Batik “Tawung Sari.”

Sekarang jika berminat memiliki Batik “Tawung Sari” dan melihat proses pembuatannya bisa datang langsung kerumah Batik “Tawung Sari” yang beralamat di RT 02 RW 03 Desa Tawangrejo Kecamatan Winong Kabupaten Pati. Harga yang ditawarkan relative terjangkau berkisar Rp 100.000 an untuk batik cap dan untuk batik tulis mulai harga Rp 150.000 – Rp 1000.000.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan