Angkat Makanan Lokal, Pemasaran “ALISA SNACK” Tembus 3 Kabupaten

(22/09/2021) Emping Jagung yang menjadi salah satu ikon desa Tawangrejo ini namanya sudah tidak asing lagi. Camilan yang renyah, gurih dan bernilai tinggi ini terdiri dari bahan yang mudah didapat yaitu berupa biji jagung yang dipilih sedemikian rupa.

Biji jagung yang belum menjadi emping terlebih dahulu diolah melalui beberapa proses mulai dari pencucian, pengukusan, perebusan, penjemuran, penggilingan dan yang terakhir adalah penggorengan.

Jumlah karyawan yang dipekerjakan di perusahaan emping jagung ini terdiri dari tiga orang namun ketika masuk pada bulan puasa sejumlah delapan orang.

Umi mardliyatun atau yang lebih dikenal Mbak Tun selaku pengusaha emping jagung asal Desa Tawangrejo ini mendirikan usaha emping jagung sejak 2007 sampai sekarang. Selama mengembangkan usaha ini beliau menuturkan bahwa emping jagung ini sudah dipasarkan ke seluruh kabupaten Pati, Kudus sampai Semarang. Namun semenjak pandemi corona ini daerah pemasarannya hanya di Pati dan Kudus.

Selain pemasarannya bisa di kirim ke supermarket dan minimarket pemasaran emping jagung ini juga melalui reseller yang datang ke rumah.

“Alhamdulillah meskipun ada pandemi seperti sekarang ini penjualan emping jagung berjalan lancar” imbuh Mbak Tun pengusaha emping jagung.

Hingga saat ini emping jagung Mbak Tun masih menjadi ikon atau ciri khas Desa Tawangrejo. Selain emping jagung Mbak Tun juga memproduksi berbagai macam cemilan mulai criping gedang, criping telo, kembang goyang, untuk yuyu dan cipir ketan.

 

Rekdaktur : Tim KKN-IK IAIN Kudus (Zulham, Elya,Diyah, Indah)

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan